Membuat Generasi Cilik Tidak Takut Bermimpi!

Efflina Mona di Kelas Inspirasi Malang

SDN Sukopuro 1 Jabung, Kabupaten Malang

Hari Inspirasi adalah hari yang saya tunggu-tunggu. Hari saya diberi sebuah kesempatan untuk berbagi dengan adik-adik sekolah dasar tentang profesi saya. Freelance MC atau Master of Ceremony dan Presenter. Sebuah profesi yang mungkin terdengar kurang familiar bagi anak-anak kecil yang biasa menyebut cita-cita mereka tidak lebih dari 5 fariasi: dokter, pilot, artis, polisi atau tentara. Berbagi cerita tentang serunya bekerja di dunia entertainment dan menggali keinginan dan mimpi mereka untuk tidak terpaku pada jenis profesi atau cita-cita yang itu-itu saja.

Bertemu dengan anak-anak lucu, polos dan bersemangat membuat saya semakin bersemangat pula berada di kelas pertama yang saya masuki, yaitu Kelas 3 SD. Bercerita, bercanda, hingga bermain bersama dengan beberapa games yang saya buat. Sampai pada suatu momen saat saya memberi kesempatan bagi mereka yang berani maju ke depan kelas dan menceritakan cita-citanya, tentu saja dengan iming-iming hadiah yang sudah saya persiapkan. Saat saya bertanya “Siapa yang berani maju, lalu bercerita apa cita-cita kalian?” Ada seorang gadis yang sepertinya sedari awal dia cukup pendiam, tetapi berani untuk angkat tangan.

SDN SUKOPURO 1 MALANG _ EFLINA NURDINI FEBRITA MONA, S.I.Kom._ MC, Presenter_13

Saya mempersilahkannya maju untuk menceritakan apa cita-citanya. Dia menjawab ‘PENJAGA TOKO’. Antara menahan tawa tetapi menghargai dan bertanya-tanya sebenarnya apa alasan gadis kecil ini member jawaban tersebut. Sampai akhirnya saya bertanya “Kenapa kok mau jadi penjaga toko? Toko apa?” Dia menyebutkan sebuah brand minimarket dan mulai bercerita bahwa dia ingin seperti kedua kakaknya yang bekerja di tempat tersebut dan bisa membantu ibunya sebagai tulang punggung keluarga. Karena pekerjaan serabutan ayahnya dan ibu yang di rumah dan tidak bekerja. Begitu sederhana sehingga membuat tawa tertahan saya berubah menjadi tangis yang tertahan. Dengan tetap membesarkan hati saya berkata, “Kalo mau bantuin ibu lebih banyak berarti gak boleh jadi penjaga tokonya. Harus jadi yang punya toko.” Sambil tersenyum dia mengangguk dalam.

Hal besar yang saya dapat, sebuah pengalaman berharga menjadi keluarga besar Kelas Inspirasi. Melalui tulisan ini saya mengajak semuanya berfikir dan merenung BETAPA KEJAMNYA NEGERI INI HINGGA MEMBUAT GENERASI CILIKNYA TAKUT BERMIMPI. Tanpa harus terus saling menyalahkan, mari membuat sebuah pijakan untuk mereka bermimpi. Bermimpi yang tinggi di pijakan yang kokoh. Sehingga impian mereka pasti tercapai.

 

Catatanku, 2014

EFLINA MONA

MC-PRESENTER

Recommended Posts

Leave a Comment